Ulangi Tahun Lalu, Pelita Jaya Lawan Satria Muda Lagi di Final IBL 2018

Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2018 sudah mencapai partai puncak pada akhir April ini. Yang menarik, kedua finalis tahun ini sama dengan apa yang tersaji tahun lalu. Ya, Pelita Jaya kembali dipertemukan dengan Satria Muda untuk penentuan siapakah terbaik di Indonesia. Digelar dengan format best of three, partai final IBL 2018 akan tersaji sebanyak tiga kali yakni gim pertama di kandang Satria Muda (19/4), gim kedua di kandang Pelita Jaya (21/4) dan gim ketiga jika diperlukan di tempat netral (22/4).

 

Bukan hanya mengulang final IBL 2017, tetapi juga sajian ulangan di Perbasi Cup. Dalam kedua kesempatan itu, Pelita Jaya sukses mengalahkan Satria Muda. Hal ini akhirnya membuat tim asuhan Youbel Sondakh itu mempersiapkan fisik dan mental sebaik mungkin. Enggan kalah lagi atas Pelita Jaya, Youbel memulai latihan maksimal hingga dua pekan sebelum final, seperti dilansir detiksport.

 

Melawan Pelita dengan materi pemain berpengalaman seperti Amin Prihantono, Ponsianus Nyoman Indrawan, Xaverius Prawiro dan pemain asing Chester Jarell Giles, Satria Muda memang sangat waspada. Beruntung menurut Youbel, anak asuhnya punya persiapan lebih panjang dibandingkan Pelita. Sementara itu, Johannis Winar fokus membenahi kekurangan tim asuhannya.

 

Baru memiliki waktu latihan intensif selama satu minggu saja, Winar lebih memilih untuk mengoreksi performa raja poker online timnya saat melawat Stapac di babak semifinal. Untuk itulah Winar tak mempermasalahkan jika strategi yang dia terapkan akan bisa dibaca oleh lawan. Yang menarik, kedua finalis rupanya melangkah ke babak final usai memainkan tiga partai semifinal.

 

Pelita Jaya Menang Tipis Dari Stapac

 

Langkah Pelita Jaya ke partai puncak ini bukanlah sesuatu yang mulus. Karena mereka sampai harus tiga kali melawan Stapac Jakarta di babak semifinal. Bahkan Pelita terancam tak bisa lolos ke final setelah kalah di partai pertama dengan skor 58-58. Bertekad bangkit, Pelita membalasnya di partai kedua dengan skor 73-60. Memaksa Stapac menggelar partai semifinal ketiga, Pelita pun sukses meraih kemenangan di C-Tra Arena Bandung hari Minggu (8/4) malam kemarin dengan skor sangat tipis, 77-76.

 

Dibandingkan dua partai sebelumnya, laga penentuan dilakuakan Pelita dengan kolektivitas yang jauh lebih baik. Bahkan empat pemain Pelita yakni Prihantono, Prawiro, Giles dan Wayne Bradford mampu meraih dobel digit poin. Tak mau kalah, Stapac saat itu juga mengandalkan dua pemain asing mereka yaitu Kore White dan Dominique Williams. Namun itu semua tak berkutik karena Pelita bisa dengan mudah mengatasi permainan cepat Stapac.

 

Satria MudaMenang Telak Atas Hangtuah

 

Sementara itu Satria Muda kembali lagi menatap final setelah mengalahkan BSB Hangtuah di partai ketiga semifinal IBL 2018 yang berlangsung di markas mereka, Britama Arena Mahaka Square hari Minggu (25/3) lalu. Sebelumnya Satria Muda sudah menang di partai pertama tapi kalah dari Hangtuah di partai kedua. Untuk partai ketiga ini, Satria Muda menang telak atas Hangtuah dengan skor meyakinkan, 78-56.

 

Dalam partai ketiga itu, adalah Juan Laurent Kokodiputra yang jadi pahlawan Satria Muda karena mencetak angka terbanyak yakni 17 poin. Di belakang Juan, ada Jamarr Johnson dan Dior Lowhorn yang sama-sama mencetak dobel-dobel. “Kami sudah optimis bisa menang sebelum main setelah melakukan evaluasi dan membaca permainan mereka di partai kedua. Saya sendiri bermain nothing to lose. Tekad kami kuat untuk tidak terhenti di kandang sendiri,” cerita Juan senang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *