Heboh Dua Remaja SMP di Bantaeng Menikah Dini

Dengan zaman yang serba modern ini, pernikahan dini kadang menjadi sesuatu yang langka karena prioritas hidup manusia berubah. Banyak yang lebih fokus mengejar karier hingga merasa nyaman sendiri yang membuat pernikahan togel online tak lagi hal utama. Namun dua orang remaja di Bantaeng, Sulawesi Selatan justru membuat heboh. Ya, SY (15) dan FA (14) yang masih sama-sama duduk di bangku SMP itu mengajukan pernikahan ke KUA Bantaeng.

 

Kabar pernikahan dini inipun mendadak viral dan menuai pro-kontra di kalangan masyarakat. Apalagi menurut peraturan UU pernikahan di Indonesia, usia yang boleh melakukan pernikahan resmi adalah minimal 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan. Namun yang mengejutkan, Pengadilan Agama Bantaeng memberikan dispensasi pada 11 April 2018 sehingga mengizinkan penghulu KUA Bantaeng melangsungkan pernikahan kedua remaja itu. KUA Bantaeng awalnya menolak pernikahan itu pada 27 Maret 2018.

Ruslan Saleh selaku Plt Ketua PA Bantaeng menjelaskan bahwa dispensasi sudah diberikan secara matang dan melewati berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah informasi dari kedua belah pihak keluarga bahwa SY dan FA seringkali jalan bersama. Khawatir dengan kemungkinan perzinahan, akhirnya PA Bantaeng mengeluarkan izin, seperti dilansir Tribun News.

 

Atas izin yang diberikan PA Bantaeng itu, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pun tampak protes keras. Lantaran sulit digagalkan secara hukum, Muhadjir Effendy selaku Mendikbud berharap hak pendidikan untuk SY dan FA tidak akan dihentikan. Bahkan jika sejoli ini terpaksa berhenti dari pendidikan formal, maka dianjurkan menempuh pendidikan nonformal, informal sekaligus ujian kesetaraan, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Belum  Nikah Resmi, Keluarga Sudah Gelar Resepsi

 

Jika sesuai jadwal, pernikahan SY dan FA sejatinya berlangsung di KUA Bantaeng pada Senin (16/4). Namun mereka belum mendapatkan izin dari Camat Bantaeng yang membuat mereka lagi-lagi batal menikah. Kendati belum disahkan oleh hukum negara, yang mengejutkan adalah keluarga sejoli muda ini sudah melangsungkan resepsi pernikahan pada 1 Maret 2018 lalu.

 

Namun karena belum dinyatakan resmi menikah, dua bocah SMP ini tidak diperbolehkan tinggal satu rumah. Meskipun berusia sangat muda, SY rupanya sudah membawa mahar atau uang panaik yang merupakan tradisi masyarakat Bugis, Makassar.  Remaja berusia 15 tahun itu membawa uang panaik sebesar 10 juta rupiah dan beras 200 liter. Kepada Tribun News, SY bahkan memiliki tanah lima are yang akan diberikan kepada sang calon istri.

 

Ibu dari SY yakni Daeng Sanang mengakui bahwa dia ingin menikahkan SY lantaran usianya yang sudah tak muda lagi. SY adalah anak bungsu dari 10 anaknya. Kisah asmara SY dan FA ini rupanya berawal dari perkenalan oleh teman dekat mereka. Semakin akrab, mereka pun berkomunikasi di Facebook dan muncul kecocokan yang membuat mereka sepakat ingin menikah. FA bahkan dengan berani mengenalkan SY kepada keluarganya di Ersayya, desa Bonto Tirto, kecamatan Sinoa.

 

KPAI Tuntut Ubah Usia Minimal Nikah

 

Salah satu pihak yang menentang keras pernikahan SY dan FA adalah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Retno Listyarti selaku Komisioner KPAI sampai mendorong agar DPR RI melakukan revisi untuk UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Retno menilai batas usia minimal pernikahan sudah tidak relevan dengan zaman modern dan mengajukan agar usia ditingkatkan dengan calon pengantin laki-laki minimal 21 tahun dan calon pengantin perempuan minimal 18 tahun, seperti dilansir Antara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *