Category: Basket

Akhir Pekan Ini Final Proliga 2018 Digelar di Yogyakarta

Turnamen voli antar klub tertinggi di Indonesia, Proliga 2018 sudah mencapai partai puncak. Memilih Yogyakarta, partai final sektor putra dan putri akan dilangsungkan di GOR Amongrogo pada Minggu (15/4) esok.  Ada empat tim yanag akan berjuang untuk merebut juara Proliga 2018 setelah melewati perjuangan tanpa kenal lelah di enak kota sejak bulan Januari. Perebutan tiket final sendiri dilangsungkan dengan sengit di Malang dan Solo.

 

Di sektor putra, dua klub yang akan bertanding adalah Palembang Bank SumselBabel (BSB) melawan Surabaya Bhayangkara Samator. Sementara di final putri mempertemukan Jakarta Pertamina Energi (JPE) dengan Bandung Bank BJB Pakuan. Babak final akan dimulai di sektor putri antara JPE dan BJB pada pukul 11.00 WIB. Sementara final putra antaraBSB dan Samator akan menyusul pukul 13.00 WIB.

 

Selain menantikan siapakah tim terbaik yang membawa pulang trofi Proliga 2018, akan ditentukan pula sosok peraih pemain togel singapura terbaik (MVP) masing-masing di sektor putra dan putri. Tak ketinggalan pula, Proliga juga akan memberi penghargaan untuk pelatih terbaik klub voli putra dan putri. Jika anda ingin menonton pertandingan final, ada tiga kategori tiket yang disediakan panitia.

 

Harga tiket dimulai dari Rp 75 ribu untuk kategori reguler, lalu kelas I dengan Rp 150 ribu dan termahal adalah kategori VIP yakni Rp 300 ribu. Untuk penjualan tiket bakal dilayani langsung di GOR Amongrogo pada hari Minggu (15/4) mulai pukul 08.00 WIB dan tak akan disediakan online..

 

Samator Surabaya Lawan Bank SumselBabel

 

Memori buruk tentu tak ingin diulangi oleh tim putra BSB di final Proliga 2018. Sekedar informasi, klub asal Palembang ini sebetulnya sudah masuk ke babak final di musim lalu tapi kalah telak 3-0 dengan skor 26-24, 25-15 dan 25-12 dari tim putra JPE.Apalagi ternyata lawan mereka adalah Samator, yang sukses mengalahkan sang juara bertahan JPE.

 

Samator melangkah sangat mantap ke babak final usai tampil habis-habisan melawan JPE dan menang 3-2 di Solo. Pertandingan semifinal hari Minggu (8/4) itu berlangsung luar biasa panas dan melelahkan karena Samator dan JPE main lima set dengan skor 22-25, 21-25, 25-20, 35-33 dan 15-8. Yang menakjubkan adalah meskipun tampil di Solo rupanya para pendukung Samator mengisi penuh GOR Sritex Arena. Saat itu manajer Samator yakni Nanang Masbudi menilai jika timnya menang secara mental dari sang juara bertahan. Tak heran kalau Nanang kini memasang target juara dan membawa pulang trofi Proliga ke Surabaya.

 

Dua Tahun Runner-Up, JPE Ingin Juara

 

Di sektor putri, final ini bisa dibilang sebagai pembuktian bagi JPE. Karena dalam dua tahun terakhir, klub asal Jakarta ini selalu saja cuma mampu meraih gelar runner-up. Di musim 2017 lalu, mereka mengakui kekuatan Jakarta Elektrik PLN yang menjuarai Proliga sektor putri selama tiga tahun berturut-turut.

 

Diprediksi akan sangat menarik dan super ketat, baik JPE dan BJB sudah saling mengalahkan di seri reguler. JPE tentu berhasrat keluar dari kutukan runner-up menahun tetapi semua tak akan mudah karena jajaran pemain bintang milik BJB seperti Aprilia Manganang yang sudah pulih usai cedera, Wilda Sugandhi dan Berllian Marsheilla. Meskipun begitu, pelatih JPE yakni Widi Triyoso menyebutkan kalau anak asuhnya tengah dalam kondisi fit semua dan selalu menghabiskan porsi latihan sehingga mereka sudah siap 100 persen.

Start reading Akhir Pekan Ini Final Proliga 2018 Digelar di Yogyakarta

Ulangi Tahun Lalu, Pelita Jaya Lawan Satria Muda Lagi di Final IBL 2018

Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2018 sudah mencapai partai puncak pada akhir April ini. Yang menarik, kedua finalis tahun ini sama dengan apa yang tersaji tahun lalu. Ya, Pelita Jaya kembali dipertemukan dengan Satria Muda untuk penentuan siapakah terbaik di Indonesia. Digelar dengan format best of three, partai final IBL 2018 akan tersaji sebanyak tiga kali yakni gim pertama di kandang Satria Muda (19/4), gim kedua di kandang Pelita Jaya (21/4) dan gim ketiga jika diperlukan di tempat netral (22/4).

 

Bukan hanya mengulang final IBL 2017, tetapi juga sajian ulangan di Perbasi Cup. Dalam kedua kesempatan itu, Pelita Jaya sukses mengalahkan Satria Muda. Hal ini akhirnya membuat tim asuhan Youbel Sondakh itu mempersiapkan fisik dan mental sebaik mungkin. Enggan kalah lagi atas Pelita Jaya, Youbel memulai latihan maksimal hingga dua pekan sebelum final, seperti dilansir detiksport.

 

Melawan Pelita dengan materi pemain berpengalaman seperti Amin Prihantono, Ponsianus Nyoman Indrawan, Xaverius Prawiro dan pemain asing Chester Jarell Giles, Satria Muda memang sangat waspada. Beruntung menurut Youbel, anak asuhnya punya persiapan lebih panjang dibandingkan Pelita. Sementara itu, Johannis Winar fokus membenahi kekurangan tim asuhannya.

 

Baru memiliki waktu latihan intensif selama satu minggu saja, Winar lebih memilih untuk mengoreksi performa raja poker online timnya saat melawat Stapac di babak semifinal. Untuk itulah Winar tak mempermasalahkan jika strategi yang dia terapkan akan bisa dibaca oleh lawan. Yang menarik, kedua finalis rupanya melangkah ke babak final usai memainkan tiga partai semifinal.

 

Pelita Jaya Menang Tipis Dari Stapac

 

Langkah Pelita Jaya ke partai puncak ini bukanlah sesuatu yang mulus. Karena mereka sampai harus tiga kali melawan Stapac Jakarta di babak semifinal. Bahkan Pelita terancam tak bisa lolos ke final setelah kalah di partai pertama dengan skor 58-58. Bertekad bangkit, Pelita membalasnya di partai kedua dengan skor 73-60. Memaksa Stapac menggelar partai semifinal ketiga, Pelita pun sukses meraih kemenangan di C-Tra Arena Bandung hari Minggu (8/4) malam kemarin dengan skor sangat tipis, 77-76.

 

Dibandingkan dua partai sebelumnya, laga penentuan dilakuakan Pelita dengan kolektivitas yang jauh lebih baik. Bahkan empat pemain Pelita yakni Prihantono, Prawiro, Giles dan Wayne Bradford mampu meraih dobel digit poin. Tak mau kalah, Stapac saat itu juga mengandalkan dua pemain asing mereka yaitu Kore White dan Dominique Williams. Namun itu semua tak berkutik karena Pelita bisa dengan mudah mengatasi permainan cepat Stapac.

 

Satria MudaMenang Telak Atas Hangtuah

 

Sementara itu Satria Muda kembali lagi menatap final setelah mengalahkan BSB Hangtuah di partai ketiga semifinal IBL 2018 yang berlangsung di markas mereka, Britama Arena Mahaka Square hari Minggu (25/3) lalu. Sebelumnya Satria Muda sudah menang di partai pertama tapi kalah dari Hangtuah di partai kedua. Untuk partai ketiga ini, Satria Muda menang telak atas Hangtuah dengan skor meyakinkan, 78-56.

 

Dalam partai ketiga itu, adalah Juan Laurent Kokodiputra yang jadi pahlawan Satria Muda karena mencetak angka terbanyak yakni 17 poin. Di belakang Juan, ada Jamarr Johnson dan Dior Lowhorn yang sama-sama mencetak dobel-dobel. “Kami sudah optimis bisa menang sebelum main setelah melakukan evaluasi dan membaca permainan mereka di partai kedua. Saya sendiri bermain nothing to lose. Tekad kami kuat untuk tidak terhenti di kandang sendiri,” cerita Juan senang.

Start reading Ulangi Tahun Lalu, Pelita Jaya Lawan Satria Muda Lagi di Final IBL 2018